Pages

Labels

adaptif (32) normatif (6) produktif (14) umum (15)

Mengenai Saya

Selasa, 16 Agustus 2016

KEWIRAUSAHAAN

PETUNJUK TEKNIS CARA MEMPEROLEH MODAL USAHA
  1.     Persyaratan memperoleh kredit
Kredit berasal dari bahasa yunani yaitu “credere”, artinya kepercayaan. Dengan demikian, seseorang yang memperoleh kredit pada dasarnya adalah memperoleh suatu kepercayaan. Pemerintah melalui bank-bank telah mengeluarkan serangkaian peraturan dalam rangka membantu modal usaha perusahaan kecil yang dinamakan kredit investasi kecil (KIK) dan kredit modal kerja permanen (KMKP).
            KIK adalah kredit jangka menengah atau panjang yang diberikan kepada pengusaha/perusahaan kecil (golongan ekonomi lemah), guna membiayai modal untuk rehabilitasi, modernisasi, perluasan usaha, dan pendirian proyek usaha baru. Sedangkan yang dimaksud dengan KMKP adalah kredit yang diberikan kepada pengusaha/ perusahaan kecil(golongan ekonomi lemah). Untuk keperluan modal kerja (dalam hal ini untuk membeli bahan baku, bahan pembantu, upah dan lain sebagainya).
Adapun persyaratan pemohon untuk memperoleh kredit adalah sebagai berikut.
a.    Pribumi
b.    Pengusaha/perusahaan golongan ekonomi lemah
c.    Mempunyai rencana usaha yang jelas
d.    Ada izin usaha
e.    Tidak sedang menikmati kredit bank lain
f.    Tidak termasuk pegawai negri sipil/ABRI atau istrinya yang dilarang berusaha menurut PP No.6/1974
g.    Tidak termasuk daftar hitam/daftar kredit rangkap/daftar kredit macet, menurut catatan bank.
  2.    Cara memohon kredit
a.    Di ajukan kepada kantor cabang bank pelaksana.
b.    Mengisi daftar isian yang formulirnya sudah di sediakan kantor cabang bank pelaksana yang bersangkutan
c.    Memberikan keterangan yang lengkap dan benar (jujur) mengenai keadaan keuangan dan usaha si pemohon.
  3.    Dokumen yang perlu di lampirkan dalam permohonan kredit
Dalam mengajukan kredit, perlu di lampirkan hal-hal sebagai berikut.
a.    Akta pendirian perusahaan dan KTP.
b.    Izin usaha/SIUP, izin industri
c.    NPWP
d.    Neraca dan perincian rugi/laba serta laporan aktivitas usaha
e.    Proposal usaha
Tata cara pengolahan permohonan kredit adalah sebagai berikut
a.    Penelitian pendahuluan atas permohonan
1)    Memenuhi persyaratan sebagai pemohon atau tidak
2)   Pemohon kredit dapat di percaya atau tidak
3)   Pemohon memenuhi persyaratan pemohon atau tidak
4)   Apakah data dari pemohon lengkap atau tidak
5)   Bagaimana sektor usaha pemohon yangakan dibiayai sudah jenuh atau belum
6)   Pemohon termasuk daftar hitam/kredit rangkap/kredit macet atau tidak
7)   Sektor usaha pemohontermasuk yang dibiayai bank atau tidak.
b.    Wawancara
Kantor cabang bank pelaksana mengadakan wawancara dengan pemohon kredit.
c.    Pemeriksaan
Pemeriksaan ketempat usaha/lokasi usaha pemohon
d.    Informasi
Menggali informasi mengenai pemohon dari bank-bank lain
e.    Penilaian/analisis atas permohonan
1)    Penilaian untuk menghadapi resiko kredit
a)    Watak atau karakter dari si pemohon
b)   Kemampuan
c)    Modal
d)   Kondisi
e)    Jaminan
2)   Analisis permohonan
a)    Aspek umum
(1)  Izin/akta pendirian usaha
(2)  Pemilik modal
(3) Pengalaman usaha
(4) Informasi pihak ketiga
b)   Aspek manajemen
(1)  Pengurusn
(2) Jumlah anggota
(3) Jabatan rangkap di luar perusahaan, jabatan tersebut menghambat atau tidak jalannya usaha
(4) Pemohon berwenang atau tidak berwenangmengajukan permohonan kredit
(5) Kerapian administrasi
(6) Kebenaran data yang di sampaikan
c)    Aspek pemasaran
(1)  Jenis barang yang dipasarkan
(2) Saluran distribusi
(3) Posisi pemohon terhadap perantara
(4) Cara pembayaran
(5) Rata-rata penjualan per bulan selama 6 bulan terakhir
(6) Rencana penjualan yang akan datang
(7) Konsumen akhir dan daerah pemasaran
(8) Rata-rata nilai kontrak tahun terakhir (khusus usaha kontruksi)
(9) Nilai kontrak yang sedang di laksanakan (khusus usaha kontruksi)
d)   Aspek teknik dan produksi/pembelian.
(1)  Tempat usaha/lokasi proyek
(2) Peralatan yang diperlukan
(3) Keadaan peralatan/mesin
(4) Biaya penambahan mesin/peralatan/bangunan
(5) Rencana produksi rata-rata perbulan
(6) Rata-rata produksi enam bulan terakhir
(7) Perbandingan rata-rataproduksi dan rata-rata penjualan
(8) Sumber bahan baku/barang dagangan
(9) Jalur pembelian
(10)       Cara pembayaran
(11)        Peralatan yang tersedia
(12)       Pengalaman atas jenis yang akan dilaksanakan
(13)       Jadwal terjamin dan tingkat penyelesaian proyek
e)    Aspek keungan
(1)  Kalkulasi biaya(menguntungkan atau tidak)
(2) Analisis sumber dan penggunaan dana
(3) Analisis ratio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan rentabilitas
f)    Pemutusan (wewenang pimpinan cabang)
(1)  Ditolak
(2) disetujui




Senin, 15 Agustus 2016

FISIKA

1. Energi Listrik
Tentunya kalian pernah menggunakan seterika listrik bukan?. Seterika listrik yang kita gunakan mengasilkan panas. Panas yang dihasilkan sterika tersebut berasal dari energi listrik. Ketika kita menyalakan senter, maka terjadi perubahan enegi kimia menjadi energi listrik dan cahaya. Untuk mengetahui seberapa besar energi yang dibutuhkan oleh suatu alat listrik, maka dapat dipahami konsep berikut;

Pada rangkaian tertutup seperti gambar di samping, arus listrik I mengalir melalui hambatan R. Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial yang lebih rendah. Arus listrik tersebut tidak lain adalah gerakn muatan listrik yang melalui rangkaian tersebut. Besarnya muatan listrik yang mengalir pada rangkaian adalah Q = I . t
Energi listrik adalah energi yang disebabkan oleh mengalirnya muatan listrik dalam suatu rangkaian listrik tertutup. Energi listrik yang diberikan oleh suatu sumber dc bertegangan V (Volt) yang mencatu arus I (ampere) selama selang waktu t (sekon) dinyatakan oleh,
W = V l t 
Karena V = I R
atau 
maka energi listrik W dapat juga dinyatakan oleh :
W = IR t
Atau

Dengan W adalah energi listrik dalam Joule (J).
Energi listrik W dapat dirubah menjadi energi kalor Q dari sebuah pemanas air listrik. Jika efisiensi alat dianggap 100%, maka berlaku hubungan.

Jika efisiensi elemen pemanas tidak 100% maka berlaku

Percobaan Joule
Besar energi listrik yang berubah menjadi kalor itu telah diselidiki oleh James Prescott Joule (1914-1889). Di dalam percobaannya Joule menggunakan rangkaian alat terdiri atas kalorimeter yang berisi air serta penghantar yang berarus listrik. Jika dalam percobaan arus listrik dialirkan dalam waktu t detik ternyata kalor yang terjadi karena arus listrik berbanding lurus dengan:
a. Beda potensial antara kedua ujung kawat penghantar (V)
b. Kuat arus yang melalui kawat penghantar (i)
c. Waktu selama arus mengalir (t).

Hubungan ini dikenal sebagai hukum Joule. Karena energi listrik 1 joule berubah menjadi panas (kalor) sebesar 0,24 kalori. Jadi kalor yang terjadi pada penghantar karena arus listrik adalah :
Q = 0,24 V i t kalori

2. Daya Listrik
Daya listrik. Daya listrik baterai V yang mencatu arus I melalui resistor (hambatan) R dinyatakan oleh :
Atau
Arus listrik I yang mengalir melalui resistor R akan menyebabkan daya yang dikirim baterai hilang dalam bentuk panas ini disebut daya disipasi, dan dirumuskan oleh
Atau
Jika elemen listrik dengan V1 volt, P1 diberi tegangan V2 volt,maka karena hambatan listrik elemen tetap diperoleh besar daya disipasinya adalah:

Untuk mengukur energi listrik yang digunakan dalam pemakaian sehari-hari oleh pelanggan listrik, PLN mengukurnya dengan satuan kWh (kilowatt-hour).
1 kWh = (1 kW) x (1 jam)
= (1000 W) x (3600 s)
1 kWh = 3,6 x 106 J
Jika pada alat listrik (lampu) tertera data (label) yang tertulis pada lampu adalah 60W/220V. Ini berarti daya listrik yang dipakai oleh alat tersebut tepat 100 watt jika tegangan yang diberikan pada alat itu tepat 220 volt. Daya listrik didefinisikan sebagai energi per satuan waktu, yaitu dalam hal ini adalah sebesar 60 Joule per satu detik.

3. Listrik AC dan DC
Listrik AC
§ Tegangan ac: tegangan yang arus listriknya berupa arus ac
§ Arus ac: arus listrik yang arahnya senantiasa berbalik secara teratur (periodik)
§ bentuk grafik tegangan ac pada osiloskop (mengukur tegangan maksimum) berupa sinusoida karena tegangan maksimum ac berubah naik turun secara periodik
§ listrik ac banyak digunakan pada peralatan listrik rumah tangga yang disuplai oleh PLN.
§ listrik ac memberikan lebih banyak keuntungan daripada listrik dc, diantaranya:
1. tegangan ac dapat diperbesar atau diperkecil secara efisien oleh sebuah trafo.
2. motor ac berharga lebih murah dan lebih sederhana konstruksinya daripada motor dc. Switchgear(saklar, pemutus daya) untuk sistem ac lebih sederhana daripada sistem dc.

Listrik DC
§ Tegangan dc: tegangan yang arus listriknya berupa arus dc
§ Arus dc adalah arus listrik yang arahnya selalu mengalir dalam satu arah
§ Listrik dc dapat dihasilkan oleh aki, baterai, dan dynamo dc. Salah satu keuntungan dc atas ac adalah sumber arusnya (aki dan baterai) yang mudah dibawa kemana mana.
§ Banyak digunakan pada motor listrik yang digunakan untuk mengatur kecepatan seperti pada jam weker, kalkulator, dan juga digunakan pada pengisian aki mobil.

Contoh soal
1. Sebuah keluarga menyewa listrik PLN sebesar 450 Watt dengan tegangan 110 Volt. Jika untuk penerangan keluarga itu menggunakan lampu 100 W, 220 Volt, maka jumlah lampu maksimum yang dapat dipasang adalah . . . . .

Penyelesaian:
Tegangan spesifikasi lampu adalah V1 = 220 V, daya P1 = 100 W, tegangan kerja adalah: V2 = 110 V

Daya total: Pt = 450 Watt, Sehingga jumlah maksimum lampu yang dapat dipasang adalah 

MATEMATIKA






Sabtu, 13 Agustus 2016

BHS INDONESIA

1.      a. Pengertian iklan
Iklan adalah informasi yang disaksikan lewat media massa, bulleting atau surat edaran yang bertujuan untuk memberitahukan atau mempromosikan suatu barang atau jasa kepada halayak untuk mempromosikan bisnis, pengumuman atau pelayanan publik.
b. ciri-ciri bahasa iklan
1)    Kalimatnya singkat hanya menonjolkan bagian yang dipentingkan
2)   Uraian bersifat informatif dan persuasif
3)   Menggunakan kata-kata yang terpilih dan menarik perkataan orang untuk mengetahui, mencoba atau ingin memiliki
2.    a. Pengertian pidato dan khotbah
pidato adalah aktivitas mengungkapkan pikiran, ide, gagasan secara lisan dalam bentuk rangkaian kata-kata atau kalimat kepada banyak dengan tujuan tertentu
b.- bagian pembuka
- salam pembuka
- ungkapan sapaan
- puji syukur kepada tuhan
2. bagian berisi uraian pidato sesuai dengan yang telah di rencanakan atau ingin di sampaikan
3. penutup pidato berisis:
- kesimpulan isi pidato
- harapan atau imbuhan
- ucapan terimakasih dan permohonan maaf
4. salam penutup
            c. hal yang perlu di perhatikan dalam menyimak pidato
1)    simaklah isi pidato dengan seksama dari awal hingga akhir
2)   pahami gagasan, pendapat, atau pesan yang disampaikan dalam pidato
3)   ingatlah atau catatlah hal-hal penting yang terdapat dalam uraian pidato dan beri komentar
3.    a. Puisi adalah salahsatu bentuk karya sastra yang berbeda dari bentuk sastra lain seperti prosa dan drama. Puisi terkait oleh
a)    baris dalam tiap bait
b)   banyak kata atau suku kata dalam setiap baris
c)    prima
d)   irama
bahkan pada jenis puisi tertentu ada keterikatan pada persajakan, seperti a, a, a, a, atau a, b, a, b misalnya pantun dan syair contoh puisi:
senyum dan tawamu
dalam senyummu khas
ternyata pikiranmu seperti benang kusut
dalam tawamu yang riang
ternyata pikiranmu penuh dengan berbagai urusan
oh... bapak, jangan bohongi aku
b. puisi terbagi jadi 3 yaitu:
a)    sifat atau fungsi seni. Unsur ini dapat dibangun dengan pemanfaatan gaya bahasa. Gaya bahasa secara khusus untuk mendapatkan efek tertentu seperti, bunyi, kuta, kalimat
b)   kepadatan. Yang terpenting adalah setiap unsur di dalam puisi memiliki keterikatan dan keterpaduan makna
c)    ekspresi tidak langsung ini selain mengundang nilai estetika atau keindahan serta bentuk mengandung pengertian yang padat.
d)   Unsur puisi
a.    Tema
Landasan atau dasar pijakan bagi penyair untuk menggabungkan puisi
b.    Perasaan atau rasa
Adalah ungkapan atau ekspresi penyair kepada sesuatu yang dituangkan dalam puisinya
c.    Nada dan suasana
Adalah bentuk sikap atau keinginan penyair terhadap pembaca
d.    Pesan atau amanat
Adalah hal yang ingin di sampaikan oleh penyair kepada pembaca lewat kata-kata dalam puisi